Selasa, 10 Januari 2012

Roda Kehidupan


Hidup ini seperti roda pedati .


Ungkapan di atas cukup sederhana sesederhana kalimatnya, simpel dan sangat mudah dimengerti , sebuah ungkapan atau perumpamaan di buat untuk mendekatkan sebuah pengertian, memang tidak sama persis tapi paling tidak mewakili sebuah realita.

Namun benarkah rotasi kehidupan sesederhana itu ? sebuah roda berputar selalu stabil, adapun kehidupan ini selalu tidak stabil.

Bagian bawah dan atas roda selalu siap untuk berganti posisi, namun kita terkadang bahkan sebagian besar selalu tidak siap untuk berganti posisi.

Betapa banyak orang Miskin yang kaya mendadak tapi tidak siap pada posisinya yang baru, maka yang terjadi dia akan mudah kembali miskin karena tidak bisa mengatur keuangannya .

dan orang kaya atau mulia yang mendadak jatuh miskin atau terhina, lantas menjadi stres bahkan gila juga karena tidak siapa, pada posisinya yang baru, dalam hal ini nabi pernah bersabda

kasihanilah 3 macam manusia.. satu di antaranya “orang mulia atau terhormat yang jatuh hina.

kalau begitu yuk ! kita kembali mengambil pelajaran dari sebuah roda. Roda selalu stabil dalam berputar karena berpegangan pada porosnya dengan perantaraan jari-jari, tahukah apa arti poros dalam kehidupan kita ? keyakinan !.. yah !..itulah yang akan membuat hidup ini selalu stabil. bila yakin bahwa hidup ini sudah dalam seting Allah , maka hati kita selalu tenang dalam menjalani hidup ini, toh di atas atau di bawah yang kita alami hanyalah ujian, agar pedati kehidupan ini menjadi lebih maju, betapa banyak orang yang menjadi sukses setelah ia terjatuh, atau ada di bawah.

Lalu apakah jari-jari itu ? jari-jari itu adalah rasa syukur kita kepada Allah, dalam kondisi yang bagaimanapun, baik itu susah maupun senang bersyukurlah kepada Allah, karena Dialah yang Maha tahu yang terbaik buat kita, hidup ini hanyalah cobaan, sebagaimana yang Allah firmankan

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (QS 67;2)

Roda dapat berputar dengan baik bahkan stabil karena semua jari-jari jaraknya selalu sama antara roda dengan poros, begitulah seharusnya kita. Dalam kondisi yang bagaimanapun tetaplah bersyukur, karena semua yang terjadi dalam hidup ini selalu baik bagi orang yang beriman.

Mendapat musibah ia bersabar mendapat pahala,. Mendapat nikmat bersyukur ia juga mendapat pahala, dan yang harus kita ketahui semua keadaan ini adalah cobaan...

Adapun pengendali pedati, pengendali kehidupan ini Dialah Allah.. yang lebih tahu,. Kapan kita di atas, kapan kita di bawah.. dan kapan pedati kehidupan ini harus berakhir...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar